Rabu, 15 Agustus 2012

Kebersamaan Itu Telah Sirna

Hari itu matahari bersinar sangat cerah,, kicauan burung sayup -sayup memerdukan telinga,, gemuruh pepohonan melambangkan bahwa hari itu angin bertiup kencang. Sekejap aku terbangun dari tempat tidurku, bergegas membuka jendela dan menikmati suasana pagi hari.
Kulihat tampak dari kejauhan sosok seorang perempuan berada di depan rumah, sedang asik menyapu halaman dan menata pot-pot bunga. Dari raut wajahnya terpancar kebahagiaan yang membuat aku selalu senang ketika melihat sesosok perempuan yang setiap harinya selalu menampakkan wajah yang gembira.

Ya.. itulah ibuku, seorang perempuan yang bagiku adalah sosok yang paling berharga di dunia ini. Karena kasih sayang dan pengorbannya tidak akan mampu ku balas dengan apa-apa. Jerih payahnya membesarkan aku dan adik-adikku mungkin bisa menggambarkan bagaimana sosok ibuku.
Sejenak aku melihat ibuku terdiam, menatap ke satu arah pandang ke jauhan. Sesosok pria mulai mendekati rumah kami, perlahan-lahan semakin dekat. Sontak aku dan ibuku terkejut melihat sesosok lelaki bertubuh tegap menyambangi kediaman kami. Aku pun bergegas menuju halaman dan menemui mereka.
Ayahku yang selama ini pergi dan tidak ada kabar akhirnya kembali berkumpul bersama kami. Betapa bahagianya kurasakan setelah sekian lama keluarga ku bisa berkumpul kembali.

Hari demi hari telah keluarga ku lewati, kebahagiaan kami semakin lengkap dengan hadirnya sosok seorang pemimpin rumah tangga yang begitu kami rindukan. Ayahku mengambil cuti selama 5 bulan untuk bertemu kami. Walaupun rasanya cukup singkat tapi kami semua senang ayah bisa berkumpul kebali di tengah-tengah keluarga kami. Sesekali ku perhatikan wajah ibuku, betapa sekali terlihat kebahagiaan yang begitu mendalam terpancar dari wajahnya dan inilah pertama kali ini aku melihat wajah ibuku seperti itu seakan beban yang selama ini ia tanggung sendiri musnah seketika. Tapi tak apa-apa, jika ibuku bahagia kami sebagai anak-anaknya pasti akan ikut merasa bahagia....

5 bulan tak terasa telah kami lalui, ini saatnya ayahku kembali ke pekerjaanya. Aku merasa mungkin suatu hari ia akan kembali entah itu berlibur, cuti, atau sekedar menjenguk kami. Semoga saja begitu harapku...

Malam itu gemericik hujan turun membasahi liukan-liukan atap rumah kami, saat itu aku dan adik-adikku sedang berkumpul di ruang keluarga menonton acara televisi. Ayahku asik berbicara dengan Ibuku di ruang tamu, ku perhatikan pembicaraan mereka sedikit serius terlihat dari raut wajah Ibuku yang begitu memperhatikan Ayahku. Tidak lama kemudian mereka menyambangi kami dan duduk bersama menonton televisi. Disaat kami asik menonton tiba - tiba Ayahku menyuruh aku dan adik-adikku mendekat, sambil memeluk kami ia berkata, "Jika kalian besar nanti jangan pernah lupakan dan sia-siakan keluarga kalian meskipun kalian terpisah jarak dan waktu." Akupun mengangguk-anggukkan kepalaku.

Tapi sebenarnya ada sesuatu berbeda yang kurasakan, pelukan dan perkataan waktu itu seakan - akan menjadi yang pertama dan terakhir ayahku berikan. Dan ternyata benar setahun setelah ayahku kembali ke pekerjaannya ibuku menerima kabar bahwa ayahku benar-benar pergi meninggalkan kami untuk selama-lamanya karena mengalami kecelakaan kerja. Ibuku sangat terpukul karena orang yang sangat-sangat ia cintai pergi meninggalkan ia dan anak-anaknya. Akupun terus berusaha menyemangatinya lagi dan menjadi panutan bagi adik-adikku.

Aku merasa kebersamaan pada malam itu sirna seketika. Tapi itu bukan akhir dari segalanya, karena jalan panjang masih akan aku tempuh. Seperti pesan yang ayahku sampaikan, "Jadilah panutan yang baik bagi adik-adikmu kelak dan bagi keluargamu, jangan pernah jadi orang - orang yang rugi karena menyia-nyiakan waktunya hanya karena hal-hal yang tak berguna. Dan satu lagi, jaga ibumu, rawat dan bahagiakanlah ia kelak seperti yang ia lakukan padamu dan adik-adikmu."


........Sekian.........


Note :
Cerpen ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan cerita dengan yang anda alami hanyalah ketidaksengajaan dan kebetulan semata... So Don't panic, this is only for enlighten us... :) :)

Sabtu, 11 Agustus 2012

Biography

Perkenalkan sebelumnya...
Nama saya rizky suherman, lahir enggak usah kali ya di post hahaa. Saya memiliki beragam nama panggilan seperti kiky untuk nama saya di keluarga, kemudian bisa juga rizky biasanya sih teman - teman di sekeliling saya dan di kampus. selain itu saya juga punya dua nama panggilan lagi yaitu "Herman" yang biasa teman - teman basket saya panggil, yang satunya lagi Mr. Eriz nama yang saya gunakan untuk blog ini dan pemberian dari teman penyanyi HIP HOP saya dulu... Itu dulu loh ya kalau sekarang saya cuma mahasiswa biasa hehehe

Itu tadi sekilas tentang nama saya, walaupun banyak nama panggilan tapi enggak jauh jauh dari nama asli saya kok. dan tetep aja biasanya yg namanya rizky kalau enggak di panggil kiky pasti ya rizky. . .

Hmmm....
Berhubung saya disini masih newbie alias pendatang baru di dunia blog jadi perkenalannya cukup segini aja takut entar para ulama / empunya blogger complain. hehehe peace

Tapi tetap kedepannya saya ingin menulis di blog saya dan semoga nantinya teman-teman yang berkunjung ke blog saya senang.... Before And After I say Thank you very much

Keep Spirit for your dream !!! Never stop to dream because all started from a dream. . .